Jul
8
Tentang problem AC Peugeot 306 - #2
Filed Under ARTIKEL
Setelah mengikuti anjuran dari montir untuk melakukan penggantian oli kompresor, sebenarnya lebih tepat disebut pengisian, karena saya lihat tidak ada proses pengurasan, hanya ada pengisian oli kompresor sebanyak 150cc full. Oli kompresor tersebut berwarna bening, dan sangat encer. Jauh dari bayangan yang terbiasa lihat oli mesin atau oli rem.
Penambahan oli pada kompresor ternyata sangat berpengaruh pada kinerja kompresor AC. Suara kasar yang mirip suara mesin menjadi hilang. Kerja kompresor AC tidak terlalu membebani mesin. Sepertinya terjadinya slip antara kopling kompresor dan pulley disebabkan karena kompresor kekurangan oli, sehingga kompresor tidak dapat bekerja dengan baik. Jika hal tersebut dibiarkan terlalu lama, maka ada kemungkinan terjadi kerusakan di piston kompresor, yang solusi satu-satunya adalah penggantian kompresor tersebut (4juta hehe).
Ada hal lain sewaktu dilakukan pengisian Freon pada 306 saya, ketika tekanan freon pada Receiver Dryer tinggi, diatas 30Psi, ternyata kipas hi speed tidak secara otomatis jalan. Setelah beberapa saat tekanan lebih dari 35Psi, baru menyala. Montir AC menaruh kecurigaan pada Thermostat yang menempel pada Receiver Dryer tidak berfungsi. Tidak berfungsinya Thermostat disebabkan karena klep / pentil dari Receiver Dryer telalu masuk kedalam, sehingga tidak dapat terbuka oleh Saklar Panas, jadi Freon panas yang ada di Receiver Dryer tidak dapat melewati Saklar Panas, sehingga Thermostat tidak dapat mendeteksi apakah Freon yang ada di Receiver Dryer sudah cukup panas atau belum. Karena jika Freon sudah panas, maka Thermostat akan secara otomatis akan mematikan kompresor AC dan menyalakan hi speed Fan.
Yang terjadi pada mobil saya adalah Thermostat berjalan bukan karena panas yang didapat dari Freon, tapi dari rambatan panas dari Receiver Dryer . Setelah dilakukan pembenahan, Thermostat dapat berjalan dengan normal. Sewaktu pengujian terlihat ketika tekanan Freon berada mendekati 30Psi, Kompresor AC mati dan Hi Speed Fan secara otomatis menyala kemudian akan mati ketika tekanan berada pada 25Psi.
Saran dari montir AC adalah untuk melakukan service AC berkala 1 tahun sekali, yang terdiri dari pengisian Freon, penambahan oli kompresor, penyemprotan / pembersihan kondensor dan radiator dari luar dan pembersihan hi speed fan.
referensi lain :
http://acmobilkita.wordpress.com/
http://acmobilindonesia.com/
http://www.saft7.com/wp-print.php?p=167
Comments
4 Responses to “Tentang problem AC Peugeot 306 - #2”
Leave a Reply




ckckckckkckckckc…..keren neh Om Dilar, jangan2 montirnya emang situ neh?
ato punya sampingan baru jd montir AC? bisa nitip servis neh….
Proble nya juga sama di 306 saya Om. Sekarang ac nya juga ga dingin sama sekali. Palagi kalo buat jalan waktu siang2 geto…panas banget. Thanks ats infonya Om Dilar….
@ajiex : bisa om nitip serpis, ongkos nitipnya cetiaw aja deh. belum termasuk serpis n onderdil n ongkos kirim.
@Hadhy : bisa dicoba diservis dulu Om sapa tahu solusinya sama dengan punya saya.
kompresor ac 406 saya ga ada tekanannya…
katanya bengkelnya klepnya yang udah aus,kira2 klau beli/perbaiki klepnya aja bis ga? abis klau beli kompresornya masih mahal sih. salam peugeot aja ya…..